PM Pakistan: AS dan Iran Disebut Capai Kesepakatan Damai, Penandatanganan Dijadwalkan di Swiss

In this handout photograph taken and released by Pakistan's Prime Minister Office on April 24, 2025, Pakistan's Prime Minister Shehbaz Sharif chairs a high level security meeting with the chiefs of the Pakistan forces and other government officials at the Prime Minister House in Islamabad. Sharif on April 24 led a rare meeting of the national security committee, the government said, after India accused its neighbour of supporting "cross-border terrorism" and downgraded ties. (Photo by Pakistan's Prime Minister Office / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO/PAKISTAN'S PRIME MINISTER OFFICE" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

IKOLOM.NEWS, INTERNASIONAL— Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut telah mencapai kesepakatan yang mencakup penghentian segera dan permanen operasi militer di seluruh lini. Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi pada Jumat (19/6/2026) di Swiss.

Informasi itu disampaikan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran telah rampung.

Melalui unggahan di media sosial pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat, Trump menyatakan bahwa kesepakatan antara kedua negara telah selesai. Namun hingga kini, rincian lengkap perjanjian tersebut belum dipublikasikan kepada publik.

Sharif mengungkapkan bahwa kesepakatan damai tersebut tidak hanya mencakup hubungan AS dan Iran, tetapi juga meliputi penghentian operasi militer di Lebanon.

“Dengan adanya kesepakatan ini, para mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan minggu ini. Diskusi pra-implementasi ini akan meletakkan dasar untuk pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi,” jelas Sharif, mengutip CBS News, Senin (15/6/2026).

Menurut Sharif, para mediator akan menggelar sejumlah pertemuan dalam beberapa hari ke depan guna membahas aspek teknis sebelum penandatanganan resmi dilakukan. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi implementasi kesepakatan yang telah dicapai kedua pihak.

Jika terealisasi sesuai rencana, kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar di kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus membuka peluang bagi meredanya ketegangan yang selama ini melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *