Ikolom.Masamba – Sejumlah buku tersusun sederhana di atas spanduk bekas di salah satu sudut Taman Siswa, Masamba, pada Rabu, 30 September 2026. Tidak ada pintu, penjaga, maupun aturan rumit bagi siapa saja yang ingin datang. Yang tersedia hanya buku-buku yang terbuka dan ruang kecil bagi masyarakat untuk membaca, duduk, serta berbincang.
Ruang sederhana itu merupakan bagian dari kegiatan Lapak Baca Nosasi, sebuah gerakan literasi yang tumbuh dari gagasan bahwa kampung bukan hanya tempat seseorang dilahirkan, tetapi juga tempat setiap orang diberi kesempatan untuk belajar, berubah, dan kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Yang menarik, sebagian besar koordinator dan penanggung jawab kegiatan tersebut merupakan orang-orang yang sebelumnya pernah berhadapan dengan hukum dan menjalani masa pidana.
Namun, di lapak baca itu, mereka tidak datang untuk kembali menceritakan masa lalu. Mereka datang membawa buku dan membuka ruang bagi masyarakat.
Pemandangan tersebut menghadirkan sisi lain dari proses perubahan. Orang-orang yang pernah dianggap harus dijauhkan dari lingkungan sosial kini justru mengambil peran dalam menghadirkan ruang agar masyarakat dapat berkumpul, membaca, dan berdialog bersama.
Melalui kegiatan tersebut, mereka seolah menunjukkan bahwa seseorang tidak selamanya harus didefinisikan oleh kesalahan yang pernah dilakukan.
Di hadapan buku, tidak ada halaman yang menuliskan seseorang sebagai mantan narapidana. Tidak ada sampul yang mencantumkan masa lalu seseorang. Buku hanya menyediakan halaman yang dapat dibaca oleh siapa saja.
Di situlah salah satu makna penting dari Lapak Baca Nosasi. Ia menjadi ruang perjumpaan sekaligus ruang pembuktian bahwa perubahan membutuhkan kesempatan.
Masyarakat kerap lebih mudah mengingat kesalahan seseorang dibandingkan perubahan yang telah dilakukannya. Masa lalu bahkan dapat menjadi semacam identitas yang terus melekat, meskipun seseorang telah selesai menjalani hukuman dan berusaha membangun kehidupan baru.
Lapak Baca Nosasi mencoba menghadirkan cara pandang yang berbeda. Kegiatan ini tidak bermaksud menghapus masa lalu ataupun meniadakan kesalahan yang pernah terjadi. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa masa lalu tidak seharusnya menjadi satu-satunya penentu masa depan seseorang.
Di antara suara anak-anak yang membaca, warga yang singgah sepulang bekerja, hingga masyarakat yang datang karena penasaran, buku-buku tersebut menjadi jembatan kecil antara mereka yang pernah tersisih dengan lingkungan sosialnya.
Seorang pengemudi ojek online (ojol) yang sempat melihat kegiatan tersebut menilai bahwa menghadirkan ruang baca di tengah masyarakat bukanlah pekerjaan yang mudah, terutama pada tahap awal. Menurutnya, kegiatan semacam ini membutuhkan waktu untuk mendapatkan perhatian dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, keberadaannya perlu dijaga melalui kegiatan yang dilakukan secara konsisten.
Pandangan serupa juga datang dari masyarakat yang melihat Lapak Baca Nosasi sebagai kegiatan yang sederhana, tetapi memiliki arti penting. Mereka menilai bahwa membangun kebiasaan membaca dan membuat masyarakat terbiasa datang ke ruang literasi tentu tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Konsistensi menjadi kunci agar lapak tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Bagi para penggeraknya, tantangan pada tahap awal merupakan bagian dari proses. Sebab, perubahan sosial tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, ia dimulai dari beberapa buku yang diletakkan di atas spanduk bekas, dari seseorang yang bersedia duduk membaca, atau dari percakapan sederhana antara orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal.
Lapak Baca Nosasi di Taman Siswa Masamba pada akhirnya bukan sekadar tempat membaca. Ia menjadi ruang perjumpaan, ruang belajar, sekaligus ruang bagi orang-orang yang pernah menjalani masa sulit untuk menunjukkan bahwa kehidupan setelah hukuman tetap memiliki kemungkinan untuk tumbuh dan memberi manfaat.
Buku-buku itu terus terbuka, menunggu siapa saja yang ingin membaca.
Menunggu siapa saja yang ingin belajar dan berubah.
Dan, pada saat yang sama, mengajak masyarakat untuk belajar melihat manusia bukan hanya dari kesalahan yang pernah dilakukannya, tetapi juga dari usaha yang sedang dilakukannya untuk memperbaiki diri.
![]()
