Headlines

Respons Cepat Bencana, Bulog Perintahkan Stok Beras Darurat di Bandara dan Pelabuhan

Ikolom.Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menginstruksikan jajaran pimpinan wilayah dan pimpinan cabang untuk menyiapkan cadangan beras darurat di sejumlah bandara dan pelabuhan pada wilayah rawan bencana di Sumatra. Setiap titik diminta menyiapkan stok antara 20 hingga 50 ton guna memastikan respons cepat terhadap kebutuhan pangan saat terjadi bencana.

Mengacu pada laporan Antara, kebijakan tersebut disampaikan Rizal dalam konferensi pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat. Langkah ini diambil sebagai antisipasi meningkatnya kebutuhan bantuan pangan akibat banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa daerah di Sumatra.

“Kami sudah perintahkan ke masing-masing pimpinan wilayah Bulog di masing-masing bandara, saya perintahkan minimal setiap hari harus ada 20 ton bahkan sampai 50 ton untuk jika sewaktu-waktu dibutuhkan, beras itu harus diterbangkan ke daerah-daerah yang membutuhkan,” kata Rizal.

Penempatan stok siaga tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terhambatnya jalur distribusi darat, khususnya di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang terdampak banjir. Dengan demikian, pengiriman bantuan melalui jalur udara dan laut dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Bulog menetapkan setiap bandara memiliki cadangan beras harian minimal 20 ton dan maksimal 50 ton agar dapat segera dikirimkan ke wilayah terisolasi saat kondisi darurat. Kebijakan serupa juga diterapkan di pelabuhan-pelabuhan pada daerah terdampak bencana.

Di pelabuhan, Bulog menyiapkan stok dengan jumlah yang sama, yakni 20 hingga 50 ton, guna memastikan pengiriman bantuan melalui jalur laut dapat dilakukan secara cepat, aman, dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait lainnya.

Selain itu, Bulog memastikan seluruh gudang penyimpanan beras beroperasi dalam kondisi siaga penuh selama 24 jam untuk mendukung percepatan distribusi bantuan pangan bagi korban bencana di berbagai wilayah Sumatra.

“Apabila ada kontingensi segera dibutuhkan, bisa langsung didorong (didistribusikan). Termasuk juga yang di gudang 24 jam siap untuk membantu para korban-korban bencana,” beber Rizal.

Rizal menegaskan bahwa kebijakan penyiapan stok beras di bandara dan pelabuhan akan terus diberlakukan hingga kondisi di seluruh wilayah terdampak kembali pulih dan aktivitas masyarakat berjalan normal.

Bulog juga menyatakan bahwa kebijakan stok siaga tersebut akan dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan situasi di lapangan, guna memastikan bantuan pangan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *