Ikolom.Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana DPR RI kembali menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah, khususnya Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Provinsi Aceh, Sabtu (10/1/2026). Rapat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat langkah pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Mengutip laporan inilah.com, pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurizal, serta sejumlah menteri, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Hadir pula Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan penjelasan terkait keputusan pemerintah yang tidak menetapkan banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera sebagai bencana nasional. Ia menilai dampak bencana tersebut tidak meluas secara nasional karena hanya terjadi di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Jadi Saudara-saudara, masih ada yang mempersoalkan mengapa tidak terjadi bencana nasional. Ya masalahnya adalah, kita punya 38 provinsi. Masalah ini berdampak di tiga provinsi. Masih ada 35 provinsi lain,” kata Prabowo dalam rapat koordinasi pemerintah pusat dan daerah di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2025).
Menurut Prabowo, pemerintah pusat masih mampu menangani dampak bencana di wilayah terdampak tanpa perlu menaikkan statusnya menjadi bencana nasional. Namun, ia menegaskan keseriusan negara dalam menangani situasi tersebut tidak berkurang.
“Jadi kalau sementara kita tiga provinsi ini kita sebagai bangsa, sebagai negara kita mampu menghadapinya, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional. Tetapi, tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius,” ujarnya.
Keseriusan itu, lanjut Prabowo, terlihat dari kehadiran langsung para pejabat pusat di daerah terdampak, termasuk dirinya yang mengunjungi Aceh setelah sebelumnya meninjau Sumatera Utara. Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran besar untuk mendukung pemulihan, salah satunya pembangunan sekitar 15 ribu unit hunian sementara dengan nilai lebih dari Rp1 triliun.
Selain itu, pemerintah menyiapkan bantuan tunai bagi warga yang memilih tidak tinggal di hunian sementara. Sebanyak 11.414 warga Aceh akan menerima bantuan Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, dengan total penyaluran mencapai Rp20,5 miliar.
“Jadi Saudara-saudara, kita pandang sangat serius dan kita akan habis-habisan untuk membantu ya. Kita sudah menyiapkan anggaran yang cukup besar ya, untuk mengatasi hal ini,” tegas Prabowo.