Headlines

Ribuan Personel Lintas Instansi Dikerahkan Tangani Endapan Lumpur di Aceh Tamiang

Ikolom.Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengerahkan ribuan personel lintas instansi untuk mempercepat penanganan endapan lumpur di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

“Jadi kekuatan di Tamiang itu mungkin mendekati TNI-Polri-nya hampir 10.000 di sana. Karena memang paling banyak kolam yang terdampak lumpur,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, dikutip dari Antara.

Menurut Tito, upaya pemulihan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat keamanan serta institusi pendidikan kedinasan. Personel yang diterjunkan antara lain 1.132 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 500 mahasiswa Politeknik Statistika STIS, 600 taruna dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekitar 2.000 anggota TNI, serta 1.000 personel Polri.

Selain itu, dukungan juga datang dari peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) yang melibatkan taruna Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Universitas Pertahanan (Unhan), Akademi Kepolisian (Akpol), dan Politeknik Siber dan Sandi Negara (SSN), dengan total kekuatan mencapai 1.788 personel.

Tito menjelaskan bahwa Aceh Tamiang merupakan wilayah dataran rendah yang sangat rentan terdampak bencana, terutama akibat endapan lumpur yang masuk ke berbagai fasilitas dan permukiman warga.

“[Daerah] lowland yang kita harus atensi betul adalah satu Aceh Tamiang, kemudian Aceh Timur, Aceh Utara, kemudian Bireuen, dan Pidie Jaya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa endapan lumpur menjadi tantangan utama karena berdampak langsung terhadap jalannya pemerintahan, infrastruktur publik, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, kondisi pemerintahan daerah yang sebelumnya sempat lumpuh kini mulai menunjukkan kemajuan.

“Alhamdulillah untuk pemerintahan Tamiang, tadinya mati total, sekarang sudah aktif, sudah bersih,” ungkap Tito.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa fokus utama pengerahan personel adalah membersihkan lumpur dan memulihkan berbagai fasilitas vital, mulai dari kantor pemerintahan hingga rumah warga.

“Semua, mulai pemerintahan, jalan, pasar, warung, rumah, semua terdampak di sana. Ini kami kira Tamiang ini yang masih terus kita harus kerja keras,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *