IKOLOM.NEWS, OPINI – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. Menjelang pelaksanaannya, banyak masyarakat mulai mempertanyakan waktu pelaksanaan sholat Idul Adha. Hal tersebut bertujuan agar tidak terlambat mengikuti ibadah berjamaah di masjid maupun lapangan.
Secara umum, sholat Idul Adha dilaksanakan setelah matahari terbit dan naik setinggi tombak, atau sekitar 15–20 menit setelah waktu syuruq. Di Indonesia, waktu tersebut biasanya berada di kisaran pukul 06.00 hingga 07.00 pagi, tergantung wilayah masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, umat Islam dianjurkan melaksanakan sholat Idul Adha lebih awal dibandingkan sholat Idul Fitri. Hal itu bertujuan agar terdapat waktu yang cukup untuk proses penyembelihan hewan kurban setelah sholat selesai dilaksanakan.
Dalam kitab Al-Majmu’, Imam Nawawi menjelaskan bahwa waktu terbaik sholat Idul Adha adalah sesegera mungkin setelah masuk waktu yang diperbolehkan. Karena itu, mayoritas masjid di Indonesia biasanya memulai sholat Idul Adha pada pukul 06.30 hingga 08.00 pagi.
Sholat Idul Adha sendiri dilaksanakan dua rakaat tanpa adzan dan iqamah. Pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir tambahan setelah takbiratul ihram, sedangkan pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir tambahan sebelum membaca Surah Al-Fatihah.
Khutbah Idul Adha disampaikan setelah sholat selesai, berbeda dengan khutbah Jumat yang dilakukan sebelum sholat. Selain itu, tidak ada sholat sunnah qabliyah maupun ba’diyah dalam pelaksanaan sholat Id.
Bagi jamaah yang terlambat mengikuti sholat berjamaah, tetap diperbolehkan mengikuti imam dan menyempurnakan rakaat yang tertinggal setelah imam salam. Sementara bagi yang tidak sempat hadir di masjid, sebagian besar ulama membolehkan pelaksanaan sholat Idul Adha sendiri di rumah dengan tata cara yang sama.
Selain sholat, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan pada Hari Raya Idul Adha. Di antaranya mandi sebelum berangkat sholat, memakai pakaian terbaik, memperbanyak takbir, berjalan kaki menuju lokasi sholat, hingga melalui jalan berbeda saat pergi dan pulang.
Berbeda dengan Idul Fitri, umat Islam juga dianjurkan menunda makan hingga selesai melaksanakan sholat Idul Adha sebagai bentuk menanti hidangan dari daging kurban.
Momentum Idul Adha tidak hanya menjadi ajang ibadah melalui sholat dan takbir, tetapi juga penguatan kepedulian sosial melalui ibadah kurban dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan.