Headlines

Baret ICMI Sulsel Desak Pemerintah Wujudkan Makassar sebagai Kota Aman bagi Anak

Ikolom.Makassar – Badan Reaksi Tanggap Bencana (Baret) ICMI Wilayah Sulawesi Selatan mendorong pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah nyata menanggapi meningkatnya laporan anak hilang di Kota Makassar.

Ketua Baret ICMI Sulsel, Asfar Mutaaly, menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak boleh dipandang sebagai kasus individual semata, melainkan sebagai indikator adanya kelemahan dalam sistem perlindungan dan keamanan sosial di tingkat kota.

“Setiap anak yang hilang adalah peringatan bagi kita semua bahwa ada sistem yang tidak berjalan dengan baik. Pemerintah harus memastikan Makassar benar-benar menjadi ruang aman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan bermain,” ujar Asfar di Makassar, Jumat (8/11/2025).

Asfar menekankan pentingnya penanganan kasus anak hilang dilakukan dengan cepat, terkoordinasi, dan terbuka agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan peran vital orang tua sebagai pelindung utama bagi anak-anak, melalui komunikasi yang baik, pengawasan aktif, serta pembiasaan edukasi keamanan baik di lingkungan sekitar maupun di dunia digital.

“Perlindungan anak dimulai dari rumah. Pemerintah, masyarakat, dan keluarga harus bergerak bersama agar anak-anak bisa merasa aman di setiap sudut kota,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Asfar mengajak semua pihak untuk peduli dan tidak mengabaikan isu keselamatan anak.

“Melindungi anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kemanusiaan kita bersama. Mari jadikan Makassar ruang aman bagi generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Kasus Anak Hilang di Makassar Jadi Sorotan

Dorongan Baret ICMI Sulsel ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran publik atas kasus anak hilang di Kota Makassar. Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah hilangnya Bilqis (4 tahun), seorang balita yang dilaporkan hilang di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, pada Minggu (2/11/2025).

Menurut laporan detik.com, Bilqis hilang saat menemani ayahnya bermain tenis. Ia terakhir terlihat bermain di area playground sekitar pukul 09.00 Wita sebelum akhirnya tidak ditemukan lagi. Rekaman CCTV menunjukkan anak tersebut digandeng oleh seorang perempuan yang membawa dua anak lainnya. Polisi menduga kasus ini berpotensi terkait tindak penculikan atau perdagangan anak, dan penyelidikan masih berlangsung di Polrestabes Makassar.

Kasus ini telah memicu gelombang keprihatinan di masyarakat. Sejumlah organisasi pemerhati anak dan lembaga sosial menyerukan peningkatan sistem keamanan publik, pengawasan area publik ramah anak, serta edukasi bagi orang tua agar lebih waspada terhadap potensi kejahatan terhadap anak.

Pernyataan Baret ICMI Sulsel menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat bahwa kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membangun sistem perlindungan anak yang kuat, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak di Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *