Ikolom.Takalar – Dalam rangka Milad ke-32, Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan menyalurkan 3.200 butir telur kepada masyarakat, khususnya anak-anak di Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, pada Jumat (7/11/2025).
Program peningkatan gizi ini merupakan hasil donasi dari urunan pengurus ICMI Orwil Sulsel, Pemuda ICMI Sulsel, dan Baret ICMI Sulsel, sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung pemerintah mencetak Generasi Emas 2045.
Ketua Pemuda ICMI Sulsel, Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin, menjelaskan bahwa telur merupakan sumber protein penting bagi tumbuh kembang anak.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi Pemuda ICMI Sulsel untuk mendukung misi pembangunan SDM unggul. Jumlah 3.200 butir telur ini juga simbol Milad Pemuda ICMI ke-32,” ujarnya.
Distribusi telur diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak dan remaja, agar memperoleh asupan gizi yang cukup.
“Kami berharap telur yang disalurkan ini dapat mendukung tumbuh kembang generasi muda agar sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Wakil Ketua Pemuda ICMI Sulsel, dr. Asriadi Ali, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi gizi kepada masyarakat.
“Kami berharap ini menjadi momentum bagi keluarga di Galesong Selatan untuk semakin memahami pentingnya pola makan bergizi,” jelasnya.
Pemuda ICMI Sulsel menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari upaya menyelaraskan kerja-kerja strategis ICMI dalam mendukung pemerintah menuntaskan persoalan stunting di Sulawesi Selatan.
Gerakan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara ICMI dan elemen mudanya dalam membangun sumber daya manusia unggul berbasis kesadaran gizi dan kesehatan masyarakat.
Kolaborasi Bersama Baret ICMI
Ketua Baret ICMI Sulsel, Asfar Mutaaly Barelly, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya sebatas kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral generasi muda cendekia.
“Kami di Baret ICMI Sulsel ingin hadir bukan hanya dalam wacana, tetapi dalam aksi nyata yang menyentuh masyarakat. Telur ini mungkin sederhana, tapi dampaknya besar untuk masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Baret ICMI Takalar, Nana Palaha, menyampaikan rasa bangganya atas keterlibatan para pemuda daerah dalam gerakan sosial berbasis gizi ini.
“Kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari gerakan peduli stunting ini. Bagi kami, setiap butir telur adalah simbol harapan bagi tumbuh kembang anak Takalar yang lebih sehat dan berdaya,” ujarnya.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Takalar, H. Hengky Yasin, menyampaikan apresiasi kepada Pemuda ICMI Sulsel atas inisiasi program Aksi Peduli Stunting tersebut. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Takalar telah menunjukkan perkembangan positif dalam penurunan angka stunting.
“Alhamdulillah, tren penurunan stunting di Kabupaten Takalar cukup signifikan. Dari angka 35% kini turun menjadi 24%. Ke depan, Pemerintah Daerah menargetkan bisa menurunkannya hingga di bawah 20%,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda ICMI Sulsel.
“Kami berharap kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Takalar dan Pemuda ICMI terus berjalan. Terima kasih kepada Pemuda ICMI yang telah menginisiasi program Aksi Peduli Stunting ini,” tambahnya.
Program Akan Berlanjut ke Daerah Lain
Pemuda ICMI Sulsel menegaskan bahwa Aksi Peduli Stunting tidak berhenti di Takalar, melainkan akan dilanjutkan ke kabupaten dan kota lain di Sulawesi Selatan secara bertahap. Program ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam penguatan gizi dan pembangunan SDM di daerah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata kontribusi organisasi kepemudaan dalam mendukung visi pembangunan manusia Indonesia menuju Generasi Emas 2045.