Ikolom.News – Kegiatan olahraga tahunan Kapolres Barru Cup yang digelar di Lapangan Sumpang Binangae berlangsung sukses dan meriah. Ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan yang diwarnai semangat sportivitas dan hiburan. Namun di balik kemeriahan tersebut, warga Kabupaten Barru justru diliputi kekhawatiran akibat meningkatnya kasus pencurian dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah lokasi dilaporkan menjadi sasaran aksi pencurian, di antaranya BTN Rachita 1, BTN Rachita 5, kedai UMKM di Poros Tanete Rilau, serta kejadian terbaru yang terjadi pada Senin (15/12/2025) di BTN Griya Takkalasi dan perumahan belakang Ms.DIY. Rentetan peristiwa ini menimbulkan keresahan, khususnya di lingkungan perumahan.
Menanggapi kondisi tersebut, KABID PPPPD DPP GAPPEMBAR, Musriadi S.I.Pem, menyampaikan keprihatinannya atas situasi keamanan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Saya, Musriadi, selaku KABID PPPPD DPP GAPPEMBAR, sangat menyayangkan situasi ini. Hingga saat ini, pelaku pencurian pada kasus-kasus sebelumnya belum berhasil ditangkap, namun kembali muncul kejadian pencurian baru pada tanggal 15 Desember 2025.” Ujarnya
Menurutnya, euforia hiburan dan olahraga melalui pelaksanaan Kapolres Cup seharusnya sejalan dengan terciptanya rasa aman bagi masyarakat. Namun kenyataannya, warga justru hidup dalam bayang-bayang ketakutan akan keamanan harta benda mereka.
Ia mendesak Polres Barru agar segera mengambil langkah tegas dan cepat untuk mengungkap serta menangkap para pelaku pencurian sebelum kembali menimbulkan korban baru.
“Kami mendesak Polres Barru untuk segera menangkap para pelaku pencurian dengan tempo yang sesingkat-singkatnya, sebelum kembali terjadi korban-korban berikutnya. Keamanan dan ketertiban masyarakat harus menjadi prioritas utama.” Tegasnya.
Musriadi juga menegaskan bahwa kepolisian memiliki kewajiban menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh warga Kabupaten Barru.
“Polres Barru wajib menciptakan suasana yang aman, tenang, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Barru tanpa rasa khawatir terhadap tindak kriminal, khususnya pencurian.” Ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa apabila kondisi keamanan tersebut tidak mendapat perhatian serius disertai langkah nyata, maka pihaknya meminta pertanggungjawaban pimpinan kepolisian setempat.
“Apabila kondisi ini tidak mendapat atensi serius dan langkah nyata, maka kami meminta Kapolres Barru untuk bertanggung jawab dan mundur dari jabatannya.” Lanjutnya.
Rilis ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan dan ketenteraman masyarakat Kabupaten Barru, sekaligus dorongan agar aparat penegak hukum segera mengambil tindakan konkret atas maraknya tindak kriminal pencurian.