Diskusi Anak Muda dari Mimbar Kawasan Timur Indonesia

IKOLOM.NEWS, MAKASSAR — Senin, 9 Februari 2026, digelar diskusi mahasiswa dan anak muda bertajuk “Ada Apa Dengan Gerakan Mahasiswa Kini?”. Diskusi ini dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) dan diinisiasi oleh Anak Makassar Voice bersama Forum Kawasan Timur Indonesia.

Founder Anak Makassar Voice, Andi Yahyatullah Muzakkir, menyampaikan bahwa diskusi ini penting sebagai pemantik bagi anak muda dan mahasiswa untuk menyadari kembali peran, tanggung jawab, serta kontribusinya terhadap bangsa dan negara.

Ia menilai tema yang diangkat relevan dengan fenomena yang terjadi saat ini, khususnya di kalangan anak muda dan mahasiswa yang dinilai sebagian besar mulai pasif dan apatis terhadap persoalan yang ada, baik pada level lokal, nasional, hingga global.

“Mahasiswa dianggap kehilangan perannya sebagai pelopor dan pembawa perubahan. Padahal tugas anak muda dan mahasiswa adalah memperjuangkan keadilan, keberpihakan pada yang lemah, serta berperan aktif melalui ide dan gagasan yang berdampak,” ujarnya.

BACA JUGA: 80 Tahun Pers Nasional, Isu Demokratisasi Harus Dibarengi Keadilan Berlembaga

Diskusi ini dihadiri oleh peserta dengan latar belakang beragam, di antaranya:

  • Andi Yahyatullah Muzakkir, penggagas diskusi, penulis, mahasiswa pascasarjana MESD FEB Unhas, Founder Anak Makassar Voice, sekaligus inisiator Forum Kawasan Timur Indonesia.
  • Muhammad Roihan Ulum, Mahasiswa Profesi Fakultas Kedokteran Gigi Unhas, penulis, eks-Presidium Sidang Musyawarah Mahasiswa KM UH III, serta aktivis gerakan mahasiswa Unhas.
  • Moh. Rizki Mahda Putra, Pimpinan Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Bidang PA 2025–2027 dan personal marketing enthusiast.
  • Ikbal, Ketua Umum BEM-FEB Universitas Muhammadiyah Makassar periode 2025–2026.
  • Muhammad Adrian H, Wakil Ketua Umum BEM-FEB Universitas Muhammadiyah Makassar periode 2025–2026.
  • Fikri Haikal, eks-Ketua Cabang IMM Bantul Yogyakarta periode 2024–2025 sekaligus Founder Komunitas Ruang Candu.

Diskusi berlangsung dengan antusias dan diikuti mahasiswa serta anak muda dari berbagai kampus, mulai dari Unismuh Makassar, Unhas, hingga peserta dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Berbagai pertanyaan dan keresahan turut muncul dalam forum. Peserta menyoroti persoalan sosial yang terjadi, kegelisahan terhadap situasi bangsa, hingga kritik terhadap peran mahasiswa hari ini yang dinilai belum cukup berdampak.

Andi Yahyatullah Muzakkir berharap diskusi ini dapat berlanjut dan menjadi ruang konsisten untuk membahas isu-isu strategis, sekaligus memberi kontribusi pemikiran dalam merespons persoalan ekonomi, sosial, politik, lingkungan, dan isu lainnya.

Ia juga menekankan bahwa forum ini diharapkan menjadi wadah alternatif bagi anak muda dan mahasiswa, tidak hanya sebagai tempat diskusi kritis, tetapi juga sebagai ruang ekspresi diri, ruang berhimpun, silaturahmi, serta tempat lahirnya ide-ide dan gagasan segar dari Kawasan Timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *