HMI Komisariat Megarezky Desak Sanksi Tegas atas Dugaan Penembakan Remaja oleh Oknum Polisi

Ikolom.Makassar – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Megarezky mendesak aparat penegak hukum agar menjatuhkan sanksi tegas terhadap pelaku penembakan terhadap seorang remaja. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tindakan yang tidak proporsional serta melanggar prinsip penggunaan kekuatan oleh aparat.

Ketua Umum HMI Komisariat Megarezky, Hamza, menilai penggunaan senjata api oleh anggota kepolisian harus melalui prosedur yang sangat ketat, terutama ketika berhadapan dengan warga sipil, terlebih jika korban merupakan seorang remaja. Karena itu, pihaknya menuntut agar proses hukum dalam kasus tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Menurut Hamza, sanksi terhadap anggota polisi yang diduga melakukan penembakan tidak seharusnya berhenti pada sanksi etik atau disiplin internal semata. Ia menegaskan bahwa apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum yang mengakibatkan korban kehilangan nyawa atau mengalami luka berat, maka kasus tersebut harus diproses melalui jalur pidana.

“Jika dalam penyelidikan terbukti bahwa penggunaan senjata api dilakukan secara tidak sah atau melampaui batas kewenangan, maka pelaku harus dijerat dengan ketentuan pidana yang berlaku. Hal ini penting untuk menjamin rasa keadilan bagi keluarga korban dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” ujar hamza

Selain itu, HMI Komisariat Megarezky juga meminta agar Propam Polda dan Polrestabes melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut termasuk menelusuri apakah prosedur penggunaan senjata api telah dijalankan sesuai dengan Peraturan Kapolri tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

HMI Komisariat Megarezky juga menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Mereka turut mendorong adanya pengawasan dari lembaga independen serta masyarakat sipil agar proses hukum berjalan secara objektif dan transparan.

“Kami berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional dan tidak ada upaya untuk menutup-nutupi fakta. Keadilan bagi korban harus menjadi prioritas utama, jika tidak ada keadilan bagi korban dan  upaya mengembalikan kepercayaan pablik maka kami akan melakukan aksi demonstrasi di depan kapolrestabes setian minggu.”tutup hamza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *