Ikolom.News – Kawasan karst di Pulau Muna merupakan salah satu lanskap geologi yang terbentuk melalui proses panjang selama jutaan tahun, menghasilkan sistem gua, aliran air bawah tanah, serta cekungan karst yang kompleks. Dalam perspektif ilmiah, kawasan ini tidak hanya penting secara geomorfologi, tetapi juga menjadi habitat bagi ekosistem bawah tanah (subterranean ecosystem) yang masih minim eksplorasi.
Sejak awal 2000-an, penelitian yang dilakukan oleh LIPI bersama sejumlah peneliti internasional telah mengungkap keberadaan organisme air tawar endemik yang beradaptasi pada kondisi ekstrem. Beberapa spesies menunjukkan karakteristik reduksi pigmen dan penurunan fungsi visual sebagai respons terhadap lingkungan tanpa cahaya. Dalam kajian biologi evolusioner, fenomena ini diklasifikasikan sebagai adaptasi troglobitik—yang menegaskan bahwa sistem gua di Muna merupakan ekosistem tertutup yang berkembang secara spesifik dan terisolasi.
Menurut Fadel Zein, putra Walengkabola yang kini aktif sebagai pengurus KNPI Kota Makassar dan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Makassar, temuan ilmiah tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik semata, melainkan menjadi dasar dalam melihat kawasan ini sebagai aset strategis daerah yang bernilai jangka panjang.
Dalam konteks global, tren pariwisata menunjukkan peningkatan minat terhadap destinasi berbasis alam dan sains, termasuk kawasan karst dan eksplorasi gua. Menurut sarjana hubungan internasional ini, kawasan seperti Oempu Walengkabola memiliki peluang besar untuk masuk dalam jaringan geowisata dunia. Ia menilai bahwa keunikan geologi, biodiversitas endemik, serta keaslian lanskap yang masih terjaga merupakan kombinasi yang semakin langka di tingkat global.
Menurutnya, daya tarik kawasan ini tidak hanya terletak pada keindahan visual, tetapi juga pada nilai ilmiah yang mampu menarik peneliti, akademisi, dan wisatawan minat khusus dari berbagai negara. Dalam perspektif ini, Muna tidak lagi dipandang sebagai wilayah perifer, melainkan sebagai bagian dari lanskap global yang memiliki nilai kompetitif.
Namun demikian, karakteristik karst yang rapuh menjadikan kawasan ini sangat rentan terhadap tekanan eksternal. Aktivitas yang tidak terkelola ; seperti pencemaran air, kerusakan formasi batuan, maupun eksploitasi berlebihan dapat menyebabkan gangguan yang bersifat irreversibel terhadap ekosistem yang terbentuk dalam waktu geologis yang sangat panjang.
Lebih lanjut, menurut Fadel, pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata dapat menjadi pendekatan strategis yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Aktivitas seperti jasa pemandu lokal, edukasi lingkungan, hingga pengembangan produk berbasis kearifan lokal dapat tumbuh tanpa harus merusak ekosistem yang ada.
Menurut Fadel, pendekatan ini penting agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis.
Pada akhirnya, gua-gua alam di Muna merepresentasikan pertemuan antara proses geologi, evolusi biologis, dan kehidupan manusia.