Ikolom.Bulukumba – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menghadiri kegiatan serah terima Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi Masyarakat (Sanimas) Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Ballroom Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba, Senin (26/1/2026).
Program IBM Sanimas 2025 di Kabupaten Bulukumba dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan pada Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Cipta Karya. Secara teknis, pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Serah terima program tersebut turut dihadiri Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sulawesi Selatan, Baskoro Elmiawan. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris, Kepala Bapperida Bulukumba Andi Irma Darmayanti, sejumlah pejabat eselon II lingkup Pemkab Bulukumba, para camat, kepala desa penerima program IBM Sanimas 2025, serta undangan lainnya.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Bulukumba, Dwi Puspita Sari, dalam laporannya menjelaskan bahwa Program Sanimas bertujuan mendorong pemenuhan akses sanitasi masyarakat dari kategori layak menuju aman dan berkelanjutan.
Program ini, kata dia, selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bulukumba 2025–2029.
“Dalam RPJMD Kabupaten Bulukumba terdapat pada visi keempat, yaitu meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, pengembangan wilayah terencana dan berketahanan iklim,” ujar Dwi Puspita Sari.
Ia menambahkan, pelaksanaan Sanimas menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sekaligus penanggung jawab kegiatan, dengan dukungan pengelola di tingkat pusat, daerah, serta tenaga pendamping. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak guna mewujudkan akses sanitasi yang layak dan aman di Bulukumba.
“Program Sanimas tahun 2025 ini bersumber dari APBN, terdapat 19 lokasi kegiatan dengan total anggaran Rp7,6 miliar, dan masing-masing desa mendapatkan anggaran Rp400 juta,” jelasnya.
Menurut Dwi, setiap desa penerima manfaat rata-rata membangun 27 unit prasarana sanitasi. Namun, khusus Desa Padangloang, Tamatto, Balleanging, dan Bonto Bangun, masing-masing membangun 28 unit.
“Jadi total keseluruhan yang ada di Kabupaten Bulukumba sebanyak 517 unit,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Sulsel, Baskoro Elmiawan, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dasar sebagai fondasi penguatan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah merancang kebijakan peningkatan infrastruktur dasar yang komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan, salah satunya melalui pendekatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM).
“Salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui pembangunan infrastruktur dasar berbasis masyarakat atau IBM,” ungkap Baskoro Elmiawan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Sanimas di Bulukumba tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pendamping di tingkat provinsi hingga desa, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama dalam mendukung kegiatan Sanimas tahun 2025,” kata Baskoro.
Dalam sambutannya, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf memaparkan potensi besar yang dimiliki daerahnya dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan kemiskinan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.
“Kita malu kalau miskin. Soal nasib, no. Keliru itu. Yang ada kalau orang malas. Tanah Bulukumba ini luas dengan lahan yang subur,” ujar Andi Utta.
Ia juga menantang para kepala desa agar menjadi pemimpin yang berani berjuang demi kesejahteraan warganya.
“Kepala desa apa mau terus liat masyarakatnya seperti itu? Apakah ketanahan pangan dikawal dengan baik? Jadi kita ini petarung, bupati juga petarung. Jangan mimpi jadi baik, kalau kita tidak jadi petarung,” tegasnya.
Melalui kesempatan tersebut, Andi Utta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pimpinan Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Kementerian Pekerjaan Umum, jajaran OPD terkait, para fasilitator pendamping, Kelompok Masyarakat Penyelenggara (KMP), serta masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan program IBM Sanimas.
“Bos Gerindra Sulsel sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPR RI (Andi Iwan Aras/AIA) sudah banyak memperjuangkan aspirasi masyarakat Bulukumba,” ujarnya.
“Gak mungkin juga saya jadi Bupati Bulukumba kalau bukan Bos Gerindra Sulsel yang minta saya maju di Pilkada. Ruas jalan Bontomanai-Kindang yang sekarang dikerja, juga perjuangannya. Siapa suruh bujuk saya maju jadi Bupati,” sambungnya. (*)