Headlines

Zulkarnain Hamson Raih Gelar Doktor Ilmu Komunikasi Unhas, Angkat Etika Media Digital Berbasis Kearifan Lokal

Ikolom.Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menambah deretan akademisi bergelar doktor melalui kegiatan Yudisium Program Doktor Ilmu Komunikasi yang digelar pada Rabu, 5 November 2025, di Ruang Innovote ABC, Lantai 2 Hotel Unhas, Makassar.

Salah satu peserta yudisium, Zulkarnain Hamson, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Komunikasi setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Etika Media Digital Berbasis Kearifan Lokal dalam Praktik Media Baru (Studi Kreator Konten Makassar)”.

Dalam penelitiannya, Zulkarnain menyoroti pentingnya nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bugis-Makassar dalam membentuk etika dan tanggung jawab sosial para kreator konten di era digital. Ia menegaskan bahwa media baru bukan sekadar ruang berekspresi, tetapi juga wadah untuk membangun moral publik.

“Melalui penelitian ini, saya menelaah bagaimana budaya kearifan lokal masyarakat Bugis-Makassar yang dikenal dengan falsafah siri’ na pacce dapat menjadi dasar etika digital. Nilai-nilai sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi harus menjadi landasan bagi para kreator konten dalam bermedia,” ungkap Zulkarnain usai yudisium.

Acara yudisium yang berlangsung khidmat sejak pukul 12.00 WITA itu dihadiri oleh para dosen, promotor, rekan sejawat, komunitas, serta keluarga peserta. Dalam suasana haru, Zulkarnain juga mengenang pesan orang tuanya yang telah wafat, sembari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan keluarga, pembimbing, serta sahabat-sahabatnya selama proses akademik.

Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi rujukan bagi praktisi media digital dan kalangan akademisi dalam mengembangkan literasi etika berbasis kearifan lokal, khususnya di tengah perkembangan pesat media digital.

Kegiatan yudisium ini kembali menegaskan komitmen Universitas Hasanuddin dalam melahirkan para doktor yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *