Kapolri Ungkap Alasan Penangkapan Roy Suryo

IKOLOM.NEWS, NASIONAL – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara terkait penangkapan Roy Suryo dan dr Tifauziah Tyassuma atau Dokter Tifa oleh Polda Metro Jaya. Keduanya kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Listyo menegaskan tindakan penyidik merupakan bagian dari prosedur penyidikan sebelum pelimpahan perkara tahap II ke kejaksaan.

Pernyataan tersebut disampaikan usai berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).

“Sepertinya kemarin sudah dijelaskan oleh Pak Kapolda, bahwa itu merupakan rangkaian dari kegiatan yang harus dilakukan oleh penyidik sebelum diserahkan tahap dua ke Kejaksaan,” kata Listyo, mengutip Liputan6.com.

Menurutnya, sebelum pelimpahan perkara dilakukan, penyidik terlebih dahulu melaksanakan sejumlah tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pemeriksaan administrasi terhadap para tersangka.

“Karena di kegiatannya kemarin sudah dijelaskan, ada kegiatan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan administrasi, untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik sebelum diserahkan ke Kejaksaan,” ucap dia.

Sementara itu, Roy Suryo dan Dokter Tifa saat ini menjalani perawatan inap di Rumah Sakit Polri Kramat Jati setelah menjalani pemeriksaan kesehatan pada Jumat (19/6/2026).

Kuasa hukum keduanya, Refly Harun, mengatakan kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa secara umum baik. Namun, hasil pemeriksaan medis menemukan penyakit bawaan yang memerlukan pemantauan dan penanganan lanjutan.

“Kalau dua orang ini sebenarnya kondisinya baik. Tetapi mereka memiliki penyakit bawaan yang ditemukan dalam proses pemeriksaan,” ujar Refly.

Ia menjelaskan tim dokter menilai kondisi kesehatan keduanya belum memungkinkan untuk langsung kembali menjalani aktivitas tanpa pengawasan medis. Oleh karena itu, dokter merekomendasikan perawatan inap guna memastikan kondisi mereka tetap stabil selama masa observasi.

“Dokter Tifa memiliki penyakit bawaan. Salah satunya GERD yang kambuh karena tidak makan sejak pagi dan menghadapi tingkat stres yang tinggi,” kata Refly Harun.

Refly menambahkan, kondisi Dokter Tifa juga diperparah oleh kelelahan karena tengah menjalani berbagai persiapan menjelang seminar hasil disertasinya yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *