IKOLOM.NEWS, MAKASSAR — Seleksi calon pimpinan dan anggota Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar periode 2026-2031 memasuki tahap verifikasi faktual. Sebanyak 10 peserta tersisa untuk memperebutkan lima kursi pimpinan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan proses seleksi harus berjalan transparan dan akuntabel guna melahirkan figur yang berintegritas dan kompeten dalam mengelola zakat.
“Kami berharap adanya seleksi Baznas, bisa memberikan titik terang terkait tugas pokok dan perhatian kepada masyarakat Kota Makassar,” jelasnya.
Menurut Munafri, Baznas memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
“Banyak pekerjaan yang selama ini dilakukan bersama dan manfaatnya masih sangat dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini,” ujar Munafri.
Ia menegaskan seluruh proses seleksi diserahkan kepada tim independen.
“Tim seleksinya sudah kita bentuk dan seluruh prosesnya kita percayakan kepada tim seleksi untuk dilaksanakan secara profesional,” tuturnya.
“Lalu kita menghasilkan 10 besar, kemudian diseleksi lagi oleh Komisioner Baznas Pusat. Jadi menurut saya, kurang transparan apa lagi,” pungkas Munafri.
Sementara itu, Pimpinan Baznas RI, Saidah Sakwan, mengatakan proses tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
“Kita diminta mencari para amil negara yang kompeten, profesional, dan tentu aman secara syar’i,” katanya.
“Kita sedang melanjutkan proses konstitusional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011,” ujarnya.
Saidah menegaskan seluruh kandidat yang masuk 10 besar memiliki kualitas yang baik dan seleksi dilakukan untuk memilih lima figur terbaik.
“Kami hanya ingin memastikan siapa yang paling memahami aspek syariah, regulasi dan tata kelola kelembagaan. Sepuluh calon ini semuanya bagus, dan tugas kami adalah memilih lima yang paling siap mengemban amanah tersebut,” katanya.
“Kita berharap dapat memperoleh pimpinan-pimpinan terbaik yang mampu menjaga kredibilitas Baznas, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat serta pembangunan Kota Makassar,” pungkasnya. (*)
