Rupiah Tembus Rp18.000, IHSG Anjlok ke 5.700 dan Emas Antam Turun

IKOLOM.NEWS, NASIONAL— Pasar keuangan Indonesia bergerak dalam tekanan pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Nilai tukar rupiah melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), diikuti penurunan harga emas Antam dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data perdagangan, kurs dolar AS terhadap rupiah bergerak di kisaran Rp18.040 hingga Rp18.046 per dolar AS. Data Wise menunjukkan nilai tukar USD/IDR berada di sekitar Rp18.046, sementara Investing.com mencatat kurs USD/IDR di level Rp18.040,1 dengan rentang harian Rp17.937,8 hingga Rp18.043,0.

Pelemahan rupiah ini melanjutkan tren tekanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan kurs referensi JISDOR Bank Indonesia, nilai tukar rupiah pada Rabu (3/6/2026) tercatat sebesar Rp17.931 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di level Rp17.863 per dolar AS.

Di pasar logam mulia, harga emas Antam juga mengalami koreksi. Pada Kamis (4/6/2026), harga emas Antam turun menjadi Rp2.759.000 per gram. Harga buyback turut terkoreksi Rp13.000 menjadi Rp2.571.000 per gram.

Meski demikian, tren berbeda terjadi di pasar global. Harga emas spot dilaporkan naik sekitar 0,8 persen ke level US$4.468,84 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS menguat ke posisi US$4.495,70 per ons.

Kenaikan tersebut didorong pelemahan dolar AS di pasar internasional serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Tekanan paling besar terjadi di pasar saham. IHSG tercatat merosot 246,14 poin atau sekitar 4,14 persen ke level 5.694,91 pada perdagangan Kamis. Pelemahan ini memperpanjang koreksi setelah sehari sebelumnya indeks ditutup di level 5.941, turun 4,11 persen.

Penurunan tajam IHSG mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor di tengah tekanan terhadap rupiah dan aksi jual yang masih mendominasi pasar saham domestik. Riset harian MNC Sekuritas yang dikutip Pasardana menyebut koreksi pada perdagangan sebelumnya juga disertai peningkatan tekanan jual.

Pelaku pasar kini mencermati arah pergerakan rupiah, perkembangan harga komoditas global, serta sentimen investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia.

Tingginya volatilitas di pasar keuangan dinilai menjadi sinyal bagi investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi jangka pendek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *