DPP KEPMI Bone Gelar Aksi Solidaritas di Polda Sulsel, Mendesak Penegakan Hukum yang Tegas dan Jaminan Keamanan bagi Mahasiswa Bone di Kota Makassar

Ikolom.Makassar – Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Bone (DPP KEPMI Bone) menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Mapolda Sulsel), Rabu (4/11/2026). Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP KEPMI Bone, Andi Teguh Qoemaeni, dan diikuti sekitar 50 peserta aksi yang berasal dari berbagai elemen mahasiswa Bone di Kota Makassar.

Aksi ini merupakan bentuk kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab moral mahasiswa atas meninggalnya Sopyan, mahasiswa pelayaran asal Kabupaten Bone yang menjadi korban penikaman di Kota Makassar beberapa hari lalu. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya mahasiswa asal Bone yang sedang menempuh pendidikan di Kota Makassar.

Melalui aksi damai ini, DPP KEPMI Bone menegaskan bahwa keamanan merupakan hak setiap warga negara yang wajib dijamin oleh negara melalui aparat penegak hukum. Oleh karena itu, kepolisian diharapkan mampu mengusut kasus ini secara profesional, transparan, objektif, dan tuntas sehingga seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam aksi tersebut, DPP KEPMI Bone menyampaikan empat tuntutan utama:

1. Mendesak pencopotan Kapolrestabes Makassar karena dinilai tidak mampu menangani meningkatnya tindak kriminalitas di Kota Makassar.
2. Mendesak kepolisian mengungkap secara menyeluruh kronologi, motif, serta peran setiap pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa penikaman tersebut.
3. Mendesak aparat penegak hukum memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Mendesak Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di wilayah Kota Makassar, meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat guna memberikan rasa aman kepada seluruh warga, terutama mahasiswa asal Bone yang sedang menempuh pendidikan di Kota Makassar.

Massa aksi diterima langsung oleh AKP Hatta dari Ditreskrimum Polda Sulsel. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara DPP KEPMI Bone dan pihak kepolisian untuk menyampaikan aspirasi serta tuntutan yang dibawa dalam aksi.

Namun demikian, dalam proses audiensi tersebut, belum seluruh dari empat tuntutan yang disampaikan memperoleh respons maupun komitmen tindak lanjut yang jelas dari pihak Polda Sulsel. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi DPP KEPMI Bone. Organisasi menilai bahwa penyampaian aspirasi tidak boleh berhenti pada penerimaan secara administratif semata, melainkan harus diikuti dengan langkah-langkah konkret, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Ketua Umum DPP KEPMI Bone, Andi Teguh Qoemaeni, bersama Bendahara Umum DPP KEPMI Bone, Muh Khalil Gibran, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bentuk protes, melainkan panggilan moral agar aparat penegak hukum menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal. DPP KEPMI Bone berharap kasus ini menjadi perhatian serius sehingga keadilan bagi almarhum Sopyan dan keluarganya dapat segera terwujud, sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi aparat keamanan dalam menciptakan Kota Makassar yang aman bagi seluruh masyarakat.

DPP KEPMI Bone juga menegaskan akan terus mengawal perkembangan proses hukum kasus ini hingga tuntas. Organisasi tidak menginginkan adanya pengabaian terhadap hak korban maupun keluarganya, serta berharap seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi.

Selain itu, DPP KEPMI Bone mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan, dan seluruh mahasiswa Bone di mana pun berada untuk bersama-sama mengawal proses hukum secara damai, objektif, dan tetap menjunjung tinggi asas keadilan. Solidaritas yang dibangun diharapkan menjadi kekuatan moral dalam mendorong terciptanya rasa aman serta penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

“Solidaritas untuk almarhum Sopyan, keadilan bagi keluarga korban, dan keamanan bagi seluruh mahasiswa Bone di Kota Makassar. Kami akan terus mengawal proses hukum hingga keadilan benar-benar ditegakkan.”

Makassar, 4 November 2026

Andi Teguh Qoemaeni
Ketua Umum DPP KEPMI Bone

Muh Khalil Gibran
Bendahara Umum DPP KEPMI Bone

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *