IKOLOM.NEWS, MAKASSAR – Partai Golkar di Sulawesi Selatan diperkirakan akan menghadirkan persaingan ketat antara dua figur utama dalam Musyawarah Daerah (Musda) mendatang. Hal itu disampaikan salah satu pengamat politik yang mengikuti dinamika internal partai berlambang beringin tersebut.
Menurut CEO Duta Politika Indonesia, Dedi Almasyah, kontestasi saat ini mengerucut pada dua nama, yakni Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi dan Ilham Arief Sirajuddin atau IAS.
“Dua calon yang bersaing saat ini adalah Appi dan IAS. Appi punya pemilih di DPD II dan IAS juga demikian,” ujar pria yang akrab disapa abangda, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, IAS dinilai memiliki nilai lebih karena pernah menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel, sehingga pengalaman tersebut menjadi modal politik yang cukup kuat dalam perebutan kursi ketua.
“IAS pernah menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel, jadi punya pengalaman,” katanya.
Meski demikian, Dedi menilai persaingan tidak hanya ditentukan oleh dukungan di tingkat daerah. Kedekatan dengan pengurus pusat, khususnya Ketua Umum Golkar, disebut menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi hasil Musda.
“Siapapun yang mau jadi ketua Golkar harus bisa dekat dan mengambil hati Ketua Umum Golkar serta DPD II Partai Golkar,” tuturnya.
Sementara itu, ketika ditanya soal kemungkinan munculnya kandidat lain, narasumber menilai figur di luar dua nama tersebut belum menunjukkan keseriusan yang cukup untuk bertarung.
“Di mata saya mereka kurang serius. Jadi Appi dan IAS saja yang bersaing,” ujarnya.
Musda Golkar Sulsel sendiri hingga kini belum dijadwalkan secara pasti. Penundaan agenda tersebut memunculkan berbagai spekulasi politik, termasuk peluang terjadinya konsolidasi internal untuk mengerucutkan dukungan pada kandidat tertentu.