Sinergi di Balik Tanaman: Formulator Agricon Edukasi Petani Jagung Maksimalkan Penggunaan Herbisida Algojo

Ikolom.Sidrap – Cahaya keemasan matahari sore menyelimuti puluhan petani jagung yang berkumpul di area demonstrasi plot (demplot) di Dusun II Pabberessang, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Sidenreng Rappang. pada Senin (13/04/2026). Kegiatan Farmer Field Day ini menjadi ruang belajar bersama antara petani dan tim lapangan Agricon.

Di tengah kerumunan, seorang formulator Agricon Sidrap berdiri tenang sambil memegang kemasan Algojo—herbisida selektif yang kini menjadi perbincangan hangat di kalangan petani jagung.

Pertemuan ini bukan sekadar ajang promosi produk, melainkan bentuk edukasi lapangan untuk menjawab keresahan klasik petani: bagaimana membasmi gulma tanpa membuat tanaman jagung menguning atau mengalami stres.

Edukasi Takaran dan Waktu: Kunci Sukses Algojo

Dalam sesi pemaparan, formulator menekankan bahwa keunggulan herbisida selektif seperti Algojo terletak pada tingkat presisinya. Namun, presisi tersebut hanya dapat dicapai jika petani memahami dosis dan waktu aplikasi secara tepat.

“Bapak-Ibu, Algojo ini ibarat ‘algojo’ sungguhan bagi gulma, tetapi menjadi sahabat bagi jagung. Rahasianya bukan hanya pada produknya, tetapi pada cara kita mengaplikasikannya,” ujarnya sambil memperagakan teknik pencampuran yang benar.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam edukasi tersebut meliputi:

Selektivitas tinggi: Algojo mampu membasmi gulma berdaun lebar maupun sempit tanpa merusak jaringan tanaman jagung, sehingga pertumbuhan tetap optimal.

Waktu aplikasi (timing): Penggunaan dianjurkan pada usia tanaman 15–25 HST (Hari Setelah Tanam), saat gulma berada pada fase 2–4 helai daun.

Interaksi Langsung di Lahan

Suasana semakin interaktif saat sesi tanya jawab. Salah satu petani, Pak Jumardi, mengaku sempat ragu menggunakan herbisida tersebut.

“Awalnya saya belum percaya, Pak. Tapi setelah dijelaskan soal dosis dan teknis pengaplikasiannya, serta melihat langsung hasil demplot, gulmanya bersih dan tanaman jagung tetap aman,” ungkapnya.

Komitmen Agricon untuk Kedaulatan Pangan

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Agricon dalam mendampingi petani di lapangan. Melalui edukasi teknis yang aplikatif, diharapkan produktivitas jagung nasional dapat meningkat tanpa terbebani biaya tenaga kerja penyiangan manual yang semakin tinggi.

Melalui Algojo, Agricon tidak hanya menghadirkan solusi produk, tetapi juga mentransfer pengetahuan agar petani semakin mandiri, cerdas, dan efisien dalam mengelola lahan pertanian mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *