Perumda Parkir Gagas Tiket Terintegrasi untuk Cegah Pungli Saat Event dan Konser

IKOLOM.NEWS, MAKASSAR — Perumda Parkir Makassar Raya menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi parkir liar dan praktik pungutan liar (pungli) yang kerap terjadi saat konser dan event besar di Kota Makassar.

Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali (ARA), mengatakan selama ini Perumda Parkir sering menjadi sasaran keluhan masyarakat terkait tarif parkir, juru parkir liar, hingga kemacetan saat event berlangsung.

“Sering kali ketika ada event besar, kami Perumda Parkir menjadi pihak yang disalahkan oleh masyarakat,” ujarnya saat audiensi dengan Wali Kota Makassar, Senin (15/6/2026).

“Padahal, informasi kegiatan sering kami terima setelah event berjalan dan belum ada mekanisme baku terkait pengelolaan parkir pada setiap kegiatan,” lanjut ARA.

Karena itu, Perumda Parkir mengusulkan sinkronisasi perizinan event yang melibatkan Dinas Pariwisata, Kesbangpol, Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Perumda Parkir agar pengelolaan parkir menjadi salah satu syarat penerbitan izin keramaian.

“Jadi, ini akan berlaku bagi semua event. Dengan begitu pelayanan parkir dapat berjalan lebih tertib dan tidak menimbulkan masalah di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, Perumda Parkir tengah mengkaji penerapan sistem e-ticketing yang mengintegrasikan biaya parkir ke dalam harga tiket event. Dalam konsep tersebut, setiap tiket akan mencakup biaya parkir sebesar Rp5.000 yang tercatat secara resmi dalam sistem.

“Dengan demikian, pengunjung tidak lagi melakukan pembayaran parkir secara terpisah saat memasuki area event,” tuturnya.

“Kalau biaya parkir sudah terintegrasi dalam tiket, maka masyarakat tidak lagi dibebani pembayaran parkir di lokasi,” ungkapnya.

“Pemerintah atau kami PD Parkir juga dapat mengumumkan bahwa parkir saat event gratis karena biayanya sudah masuk dalam sistem yang resmi dan transparan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Perumda Parkir juga terus menertibkan juru parkir liar melalui pendataan dan pembinaan berbasis wilayah domisili.

“Kami ingin seluruh juru parkir yang bertugas memiliki identitas yang jelas dan terdata dengan baik,” ungkapnya.

ARA menegaskan pihaknya akan terus membenahi sistem perparkiran agar lebih profesional, transparan, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami akan terus melakukan pembenahan lokasi titik parkir, saran dan pendapat masyarakat kami dengar. Ke depan, pengelolaan parkir harus semakin profesional dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tutup ARA. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *